Hingga Usia Berapa Pesawat Terbang Dapat Tetap Beroperasi?

By safetyno 8 July 2023 13
pt

Burung besar bernama pesawat terbang itu memang tidak diciptakan untuk terbang permanen di angkasa. Ada masanya ketika pesawat harus didaratkan, tidak diperbolehkan terbang lagi. Lalu pertanyaannya hingga umur berapa pesawat boleh terbang? Dan akan digunakan untuk apa setelah tidak diperbolehkan untuk terbang lagi?

 
Tolok ukur layak terbang

Rata-rata pesawat komersial dapat terbang hingga 30 tahun. Namun, tolok ukur utama bukanlah tahun namun pressurization cycle yaitu berapa cycle pesawat ini telah mengalami tekanan udara di angkasa dihitung berdasarkan jumlah take off dan landing.

Sebuah Boeing 747 dapat melalui 35.000 pressurization cycle yang setara dengan 135.000-165.000 jam terbang sebelum terjadi sesuatu yang dinamakan kelelahan (fatigue) pada material logam pesawat yang menyebabkan retak di sekitar badan dan juga sayap. Badan sayap adalah bagian yang lebih rentan terhadap retak, terutama dalam kasus perjalanan jarak dekat yang mengharuskan pesawat menempuh banyak cycle take off dan landing. Karena alasan ini, justru pesawat yang menempuh perjalanan jarak jauh akan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Selain bergantung pada pressurization cycle, jenis pesawat juga berpengaruh terhadap masa hidup. Contohnya, Boeing 747 biasanya dipensiunkan setelah terbang selama 27 tahun, sementara itu pesawat dengan badan yang lebih lebar seperti Lockheed Tri-star memiliki masa terbang yang lebih pendek yakni sekitar 24 tahun saja.

 

Bagaimana memastikan pesawat masih layak terbang?

Perusahaan penerbangan (airlines) biasanya bergantung pada program pemeliharaan dari pabrik (manufacturer) untuk menentukan apakah pesawat masih layak terbang atau tidak. Namun, dalam poin tertentu tetap harus ada bagian yang diganti agar tetap layak. Nondestructive evaluation (NDE) biasanya dilakukan saat produksi pesawat dan juga selama program pemeliharaan pesawat untuk memastikan bahwa semua komponen berada dalam kondisi bebas dari retak. Dalam tahap ini bahkan retak sebesar 0.04 inchi pun dapat terdeteksi. Dalam NDE, inspektor biasanya mengecek terutama di daerah fastener hole terutama di daerah dekat sayap.

NDE ekspert Deborah Hopkins mengatakan bahwa saat ini diperlukan teknologi yang lebih praktis untuk bisa mengobservasi tanpa harus melepas baut (fastener hole). Selama ini NDE dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan gelombang bunyi ultrasound untuk mendeteksi adanya kecacatan dalam bentuk apapun dalam material pesawat. Saat ini juga dikembangkan teknologi robot yang dilengkapi dengan ultrasound untuk melakukan NDE yang lebih efisien.

 

sumber: https://kumparan.com/lampu-edison/hingga-usia-berapa-pesawat-terbang-dapat-tetap-beroperasi-1uxL2zznxzy/full

 

Also Read